Jumat, 27 Maret 2020

latihan soal tentang kitab-kita allah

  1. Iman kepada kitab-kitab suci yang Allah turunkan termasuk rukun iman urutan yang ....
    a. Pertama 
    b. Kedua 
    c. Ketiga 
    d. Keempat
  2. Jumlah kitab suci yang wajib kita imani berjumlah ....
    a. 1 
    b. 2 
    c. 3 
    d. 4
  3. Kitab suci diturunkan kepada manusia yang disampaikan melalui ....
    a. Seorang Nabi 
    b. Sebangsa Jin 
    c. Sebangsa Setan 
    d. Para wali
  4. Kitab suci diturunkan kepada manusia untuk dijadikan sebagai ....
    a. Pedoman hidup 
    b. Hiburan 
    c. Mukjizat 
    d. Pelindung
  5. Kitab suci yang pertama diturunkan kepada manusia adalah ....
    a. Al-Qur’an 
    b. Taurat 
    c. Injil 
    d. Suhuf
  6. Kitab Taurat diturunkan di daerah ....
    a. Persia 
    b. Mesir 
    c. Saudi arabia 
    d. Palestina
  7. Kota tempat diturunkannya Al-Qur’an adalah ....
    a. Yerussalem dan Mekah 
    b. Damaskus dan Madinah 
    c. Bagdad dan Persia
    d. Mekah dan Madinah
  8. Pokok ajaran kitab Zabur, berisi tentang ....
    a. Zikir, nasihat dan hikmah 
    b. Nasihat, perdagangan dan peperangan 
    c. Zikir, cerita nabi dan perdagangan
    d. Nikmat surga dan siksa neraka
  9. Semua kitab suci yang Allah turunkan mengajarkan ....
    a. Perintah Salat 
    b. Syariat islam 
    c. Keesaaan Allah 
    d. Haji
  10. Didalam kitab suci terdapat penjelasan hal-hal berikut ini, kecuali ....
    a. Syariat 
    b. Aqidah 
    c. Gambar Allah 
    d. Siksa neraka
BAB 1 Al-Qur’ān sebagai Pedoman Hidup

A.     Pentingnya Mengimani Kitab-Kitab Allah Swt.

Iman kepada kitab Allah Swt. : meyakini sepenuh hati bahwa Allah Swt. telah menurunkan kitab kepada nabi atau rasul yang berisi wahyu untuk disampaikan kepada seluruh umat manusia.
1.      Taurāt : Nabi Musa as
2.      Zabūr  : Nabi Daud as.,
3.      Inji: Nabi Isa as.
4.      al-Qur’ān: Nabi Muhammad saw.

Firman Allah Swt.:


Artinya: “Dan Kami telah menurunkan Kitab (al-Qur’ān) kepadamu (Muhammad) dengan membawa kebenaran, yang membenarkan kitab-kitab yang diturunkan sebelumnya dan menjaganya, maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang diturunkan Allah dan janganlah engkau mengikuti keinginan mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu...” (Q.S. al-Māidah/5: 48)

B.     Pengertian Kitab dan Ṡuḥuf

Kitab dan ṡuḥuf merupakan wahyu Allah Swt. yang disampaikan kepada para rasul untuk disampaikan kepada manusia sebagai petunjuk dan pedoman hidup.

Perbedaan
uuf
Kitab
1. Wahyu Allah Swt. yang disampaikan kepada para rasul, tetapi masih berupa “lembaran-lembaran” yang terpisah.
1. Wahyu Allah Swt. yang disampaikan kepada para rasul sudah berbentuk buku/kitab.
2. Isi suhuf sangat simpel.
2. Isi kitab lebsih lengkap jika
dibandingkan dengan isi suhuf.

C.     Kitab-Kitab Allah Swt. dan Para Penerimanya

1.      Kitab Taurāt

Kata taurat berasal dari bahasa Ibrani (thora: instruksi). Kitab Taurāt adalah salah satu kitab suci yang diwahyukan Allah Swt. kepada Nabi Musa as. Untuk menjadi petunjuk dan bimbingan baginya dan bagi Bani Israil.
Taurāt : salah satu dari tiga komponen (ThoraNab³n, dan Khetubin) yang terdapat dalam kitab suci agama Yahudi yang disebut Biblia (al-Kitab), yang belakangan oleh orang-orang Kristen disebut Old Testament (Perjanjian Lama). Isi pokok Kitab Taurāt dikenal dengan Sepuluh Hukum (Ten Commandements) atau Sepuluh Firman yang diterima Nabi Musa as. di atas Bukit Tursina (Gunung Sinai). Sepuluh Hukum tersebut berisi asas-asas keyakinan (akidah) dan asas-asas kebaktian (syar³'ah), seperti berikut:



1. Hormati dan cintai Allah satu saja,
2. Sebutkan nama Allah dengan hormat,
3. Kuduskan hari Tuhan (hari ke-7 atau hari Sabtu),
4. Hormati ibu bapakmu,
5. Jangan membunuh,
6. Jangan berbuat cabul,
7. Jangan mencuri,
8. Jangan berdusta,
9. Jangan ingin berbuat cabul,
10. Jangan ingin memiliki barang orang lain dengan cara yang tidak halal.

2.    Kitab Zabūr

Kata zabur (bentuk jamaknya zubūr) berasal dari zabara-yazburu-zabr yang berarti menulis. Makna aslinya adalah kitab yang tertulis. Zabūr dalam bahasa Arab dikenal dengan sebutan mazmūr (jamaknya mazāmir), dan dalam bahasa Ibrani disebut mizmar, yaitu nyanyian rohani yang dianggap suci. Sebagian ulama menyebutnya Mazmūryaitu salah satu kitab suci yang diturunkan sebelum al-Qur’ān (selain Taurāt dan Inji). Dalam bahasa Ibrani, istilah zabur berasal dari kata zimra, yang berarti “lagu atau musik”, zamir (lagu) dan mizmor (mazmur), merupakan pengembangan dari kata zamar, artinya “nyanyi, nyanyian pujian”. Zabūr adalah kitab suci yang diturunkan Allah Swt. kepada kaum Bani Israil melalui utusannya yang bernama Nabi Daud as.
Kitab Zabūr berisi kumpulan ayat-ayat yang dianggap suci. Ada 150 surah dalam Kitab Zabūr yang tidak mengandung hukum-hukum, tetapi hanya berisi nasihat-nasihat, hikmah, pujian, dan sanjungan kepada Allah Swt. Secara garis besar, nyanyian rohani yang disenandungkan oleh Nabi Daud as.
Dalam Kitab Zabūr terdiri atas lima macam:
1. nyanyian untuk memuji Tuhan (liturgi),
2. nyanyian perorangan sebagai ucapan syukur,
3. ratapan-ratapan jamaah,
4. ratapan dan doa individu, dan
5. nyanyian untuk raja.

Nyanyian pujian dalam Kitab Zabūr (Mazmur: 146) antara lain:

1. Besarkanlah olehmu akan Tuhan hai jiwaku, pujilah Tuhan.
2.  Maka aku akan memuji Tuhan. seumur hidupku, dan aku akan nyanyi pujian-pujian kepada Tuhanku selama aku ada.
3.  Janganlah kamu percaya pada raja-raja atau anak-anak Adam yang tiada mempunyai pertolongan.
4.  Maka putuslah nyawanya dan kembalilah ia kepada tanah asalnya dan pada hari itu hilanglah segala daya upayanya.
5. Maka berbahagialah orang yang memperoleh Ya’qub sebagai penolongnya dan yang menaruh harap kepada Tuhan.
6. Yang menjadikan langit, bumi dan laut serta segala isinya, dan yang menaruh setia sampai selamanya.
7. Yang membela orang yang teraniaya dan yang memberi makan orang yang lapar. Bahwa Tuhan membuka rantai orang yang terpenjara.




3.      Kitab Injil

kepada Nabi Isa as. Kitab Injiyang asli memuat keterangan-keterangan yang benar dan nyata, yaitu perintah-perintah Allah Swt. agar manusia meng-esa-kan dan tidak menyekutukan-Nya dengan suatu apa pun. Ada pula penjelasan, bahwa di dalam Kitab Injil terdapat keterangan bahwa di akhir zaman akan lahir nabi yang terakhir dan penutup para nabi dan rasul, yaitu bernama Ahmad atau Muhammad saw.
K. Injil sebagai petunjuk dan cahaya penerang bagi manusia. Kitab Injil sebagaimana dijelaskan dalam al-Qur’ān, bahwa Isa as. untuk mengajarkan tauhid kepada umatnya atau pengikutnya. Tauhid di sini artinya meng-esa-kan Allah dan tidak menyekutukan-Nya.
Hanya saja Injil pun sudah mengalami perubahan dan penggantian yang dilakukan oleh tangan manusia. Kitab Injil yang sekarang memuat tulisan dan catatan perihal kehidupan atau sejarah hidupnya Nabi Isa as. Kitab ini ditulis menurut versi penulisnya, yaitu Matius, Markus, Lukas, dan Yahya (Yohana). Mereka adalah bukan dari orang-orang yang dekat dengan masa hidupnya Nabi Isa as. Sejarah mencatat sebenarnya masih ada lagi Kitab Injil versi Barnaba. Isi dari Injil Barnaba ini sangat berbeda dengn isi Kitab Injil empat macam yang tersebut di atas.

4. Kitab al-Qur’ān

Kepada Nabi Muhammad saw. Melalui Malaikat Jibril. Al-Qur’ān diturunkan tidak sekaligus, melainkan secara berangsurangsur. Waktu turun al-Qur’ān selama kurang lebih 23 tahun atau tepatnya 22 tahun 2 bulan 22 hariTerdiri atas 30 juz, 114 surat, 6.236 ayat, 74.437 kalimat, dan 325.345 huruf. Wahyu pertama adalah surah al-‘Alaq ayat 1-5, diturunkan pada malam 17 Ramaḍan tahun 610 M. di Gua Hira, ketika Nabi Muhammad saw. sedang ber-khalwatDengan diterimanya wahyu pertama ini, Nabi Muhammad saw. diangkat sebagai Rasul, yaitu manusia pilihan Allah Swt. yang diberi wahyu untuk disampaikan kepada umatnya. Mulai saat itu, Rasulullah saw. diberi tugas oleh Allah Swt. untuk menyampaikan risalah-Nya kepada seluruh umat manusia.
Wahyu yang terakhir turun adalah Q.S. al-Māidah ayat 3. Ayat tersebut turun pada tanggal 9 Ḍulhijjah tahun 10 Hijriyah di Padang Arafah, ketika itu beliau sedang menunaikan haji wada’ (haji perpisahan). Beberapa hari sesudah menerima wahyu tersebut, Nabi Muhammad saw. wafat. Al-Qur’ān yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad saw. Menghapus sebagian syariat yang tertera dalam kitab-kitab terdahulu dan melengkapinya dengan tuntunan yang sesuai dengan perkembangan zaman. Al Qur’ān merupakan kitab suci terlengkap dan berlaku bagi semua umat manusia sampai akhir zaman.

5. Nama-Nama Lain al-Qur’ān

Nama-nama lain dari al-Qur’ān, yaitu:
a.      Al-Hudā, artinya al-Qur’ān sebagai petunjuk seluruh umat manusia.
b.     Al-Furqān, artinya al-Qur’ān sebagai pembeda antara yang baik dan buruk.
c.      Asy-Syifā', artinya al-Qur’ān sebagai penawar (obat penenang hati).
d.     Aż-Żikr, artinya al-Qur’ān sebagai peringatan adanya ancaman dan balasan.
e.      Al-Kitāb, artinya al-Qur’ān adalah firman Allah Swt. yang dibukukan.

6. Isi al-Qur’ān

Adapun isi pokok al-Qur’ān adalah seperti berikut :
a.      Aqadah atau keimanan.
b.     'Ibādah, baik 'ibādah maḥḍah maupun gairu maḥḍah.
c.      Akhlaq seorang hamba kepada Khāliq, kepada sesama manusia dan alam sekitarnya.
d.     Mu’āmalah, yaitu hubungan manusia dengan sesama manusia.
e.      Qiṡṡah, yaitu cerita nabi dan rasul, orang-orang saleh, dan orang-orang yang ingkar.
f.       Semangat mengembangkan ilmu pengetahuan.

7. Keistimewaan al-Qur’ān

Kita sebagai umat Islam wajib mengimani dan mempercayai isi al-Qur’ān karena al-Qur’ān merupakan pedoman hidup umat manusia, terlebih lagi pedoman hidup umat Islam. Apabila kita tidak mengimani dan mengamalkannya, kita termasuk orang-orang yang ingkar (kafir).

Cara mengamalkan isi al-Qur’ān adalah dengan mempelajari cara belajar membaca (mengaji) baik melalui iqra’qiraati, atau yang lainnya. Kemudian, mempelajari artinya, menganalisis isinya, dan langsung mengamalkannya.
Adapun keistimewaan kitab suci al-Qur’ān adalah sebagai berikut.
a. Sebagai petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan bertakwa
b. Sebagai informasi kepada setiap umat bahwa nabi dan rasul terdahulu mempunyai syariat (aturan) dan caranya masing-masing dalam menyembah Allah Swt.
c. Al-Qur’ān sebagai kitab suci terakhir dan terjamin keasliannya.
d. Al-Qur’ān tidak dapat tertandingi oleh ide-ide manusia yang ingin menyimpangkannya.
e. Membaca dan mempelajari isi al-Qur’ān merupakan ibadah.

Menerapkan Perilaku Mulia

1. Meyakini bahwa kitab-kitab suci sebelum al-Qur’ān datang dari Allah Swt., tetapi akhirnya tidak murni lagi sebab dicampuradukkan dengan ide-ide manusia di zamannya.
2. Al-Qur’ān sudah dijaga kemurniannya oleh Allah Swt. sampai sekarang. Umat Islam juga sebagai penjaganya. Menjaga kemurnian al-Qur’ān adalah tugas kita sebagai muslim. Salah satu cara menjaga al-Qur’ān adalah dengan berusaha menghormati, memuliakan, dan menjunjung tinggi kitab suci al- Qur’ān.
3. Menjadikan al-Qur’ān sebagai petunjuk dan pedoman hidup, dan tidak sekalikali berpedoman kepada selain al-Qur’ān.
4. Berusaha untuk membaca al-Qur’ān dalam segala kesempatan di kala suka maupun duka, kemudian belajar memahami arti dan isinya.
5. Berusaha untuk mengamalkan isi al-Qur’ān di dalam kehidupan sehari-hari, baik di waktu sempit maupun di waktu lapang.


Sabtu, 10 Januari 2015

tugas karangan tentang pendidikan
"kurangnya perhatian"

Pendidikan merupakan tiang pancang kebudayaan dan pondasi utama untuk membangun peradaban bangsa. Kesadaran akan arti penting pendidikan akan menentukan kualitas kesejahteraan lahir batin dan masa depan warganya. Oleh karena itu substansi pendidikan, materi pengajaran dan metodologi pembelajaran, serta manajemen pendidikan yang akuntabel susah seharusnya menjadi perhatian bagi para penyelenggara Negara. Terbukti bahwa seluruh bangsa yang berhasil mencapai tingkat kemajuan kebudayaan dan teknologi tinggi mesti disangga oleh kualitas pendidikan yang sangat kokoh.
Namun eksistensi pendidikan yang ada di Indonesia pada saat ini masih menjadi permasalahan karena masih banyak anak bangsa yang belum mendapatkan pendidikan yang sebagaimana mestinya dan ada juga yang sama sekalipun belum pernah mencicipi bangku sekolah sama sekali contoh kecilnya saja anak yang terlantar hal ini sangat memperihatinkan. Sebenarnya mereka juga mempunyai hak yang sama seperti anak-anak yang sudah mendapat pendidikan yang layak seperti contoh anak orang kaya. Arah bangsa nantinya ada pada tangan mereka karena merekalah nantinya yang akan menjadi penerus perjuangan bangsa.
Pendidikan merupakan hak setiap warga negara, namun masih ada beberapa  dari mereka yang belum mendapatkan hak tersebut. Hingga saat ini, peluang terbesar untuk memperoleh akses pendidikan yang baik hanya anak orang kaya dan pintar. Dengan bermodalkan kemampuan ekonomi yang lebih dari cukup, didukung dengan kemampuan berpikir tinggi, menjadi faktor pendukung untuk memperoleh akses pendidikan yang lebih baik. Mereka berpeluang besar memasuki sekolah-sekolah elit, berkualitas, berstandar nasional, bahkan internasional. Hal ini menciptakan lingkungan belajar-mengajar yang kondusif, karena ditunjang dengan kualitas anak didik yang punya daya pikir tinggi.  Selain itu, tersedianya sarana prasarana yang lengkap membantu untuk mewujudkan pendidikan yang mapan. Pada saatsekarang pendidikan yang ada di Indonesia berbentuk sistem pasar yaitu bagi mereka yang memiliki uang banyak maka mereka akan mendapatkan pendidikan yang layak.sebenarnya hal tersebut tidak boleh terjadi.

Jika kita lihat saat ini, kondisi pendidikan Indonesia masih saja memprihatinkan, terutama mengenai fasilitas pendidikan di daerah-daerah, baik sarana maupun prasarana pendidikan. Masih saja terdengar kabar ada bangunan sekolah yang tidak layak untuk digunakan.
Sebagai contoh, seperti yang BERANI beritakan pada Jumat (30/4). Diberitakan bahwa masih ada sekitar 2.000 ruang kelas di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, dalam kondisi memprihatinkan. Bahkan kondisi ruang kelas tersebut tidak layak pakai untuk proses belajar-mengajar. Tak hanya itu saja, ada pula daerah-daerah yang kekurangan tenaga guru untuk mengajar.
TUGAS ESSAY
“ Krisiss pendidikan di Indonesia “
Krisis adalah kata yang tidak asing lagi untuk kita, khususnya di zaman sekarang ini. Bahkan banyak orang menyebut zaman ini adalah zaman krisis. Krisis ekonomi yang melanda Indonesia sejak tahun 1998, ditambah dengan krisis ekonomi global yang baru-baru ini terjadi, sangat berdampak pada semua bidang kehidupan termasuk bidang pendidikan.
Berbicara tentang pendidikan di Indonesia, tidak akan lepas dari pemikiran tentang krisis pendidikan yang di sebabkan oleh krisis ekonomi global yang terjadi. Biaya pendidikan yang semakin melambung tinggi membuat banyak sekali anak-anak yang mengalami putus sekolah dan bekerja untuk membantu orangtua. Hal ini adalah masalah besar yang di hadapi Indonesia, karena dengan adanya krisis pendidikan yang semakin merajalela ini akan membuat indonsia semakin di remehkan oleh Negara lain.
Dengan banyaknya anak yang tidak besekolah atau menuntut ilmu akan memebuat SDM di Indonesia semakin tertinggal jaul kualitasnya dengan Negara-negara maju seperti amerika dan eropa.
Pemerintah Indonesia sudah berusaha untuk meningkatkan mutu pendidikan dengan berbagai kebijakan yang di buat, tapi hal tersebut belum juga mampu menaikan mutu pendidikan di Indonesia. Meskipun belum mampu meningkat secara significant tapi sedikit demi sedikit mutu pendidikan akan meningkat jika pemerintah menjalankan kebijakan dengan sebenar-benarnya tanpa ada penyimpangan. Tapi faktanya pemerintah masih belum mampu menjalankan kebijakannya dengan sempurna.
Hal tersebut semakin menurunkan tingkat anak-anak yang mampu bersekolah ke tingkat yang lebih tinggi lagi. Kompas, rabu 11 maret mencatat sekitar 1,2 juta siswa di Jawa Barat putus sekolah karena amsalah biaya dan terbatasnya sarana pendidikan. Sementara di NTT tercatat ada sekitar 40.000 siswa tidak melanjutkan sekolah karena masalah biaya. Berdasarkan data statistik Depdiknas tahun 2006-2007 selisih antara jumlah siswa lulusan SMA/SMK Negeri dan swasta dan mahasiswa baru di PT negri dan swasta sekitar 56,9% . Dengan kata lain hanya 43,1% saja lulusn SMA dan SMK yang melanjutkan ke PT.
Dari penjelasan artikel diatas dapat dilihat betapa rendahnya mutu pendidikan di Indonesia, dengan segala kekurangan yang ada seperti biaya yang mahal, sarana dan prasana yang sangat minim dan kurangnya sosialisasi di daerah pedalaman sehingga anak-anak yang di pengalaman tidak mengerti betapa pentingnya pendidikan.
Tanggung jawab untuk mencari solusi krirsis pendidikan ini bukan hanya ada di pemerintah, kita sebagai anak bangsa juga harus mampu memberikan kontribusi untuk anak-anak Indonesia. Karena anak-anak adalah aset bagi sebuah Negara.
Pemerintah dan anak bangsa harus bekerja sama mencari solusi dan menyesaikan masalah krisis pendidikan yang masih terjadi sampat saat ini, dengan berbagai upaya, dengan membuat beberpa kebijakan dan menjalankan dengan sebaik-baiknya. Anak bangsa juga harus membantu pemerintah untuk menjalankan berbagai kebijakan yang di keluarkan pemerintah dan tentu saja mengawasi berjalanya kebijakan tersebut.
Salah satu upaya pemerintah adalah menaikan subsidi pendidikan, dengan dinaikannya subsisdi pemerintah berharap semua anak Indonesia dapat bersekolah tanpa memikirkan biaya yang mahal lagi. Tapi pada kenyataannya subsisdi tersebut tidak merata pembagiannya, alhasil masih banyak anak-anak di daerah pedalaman yang belum mampu bersekolah. Disinilah tugas anak bangsa untuk membantu persebaran mengawasi subsidi biaya pendidikan ke seluruh daerah yang ada di Indonesia.
Guru juga merupakan faktor penting dalam meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia, meskipun subsidi pendidikan di tambah tetapi kinerja guru melemah itu tidak akan mengangkat mutu pendidikan kita. Pemerintah harus mampu mencetak guru-guru yang berkompeten dan member sanksi tegas pada gururu-guru yang tidak berkompeten. Maka dari itu kinerja guru harus di tingkatkan.
Harapan saya adalah agar Indonesia menjadi Negara yang lebih maju dengan meningkatkan mutu pendidikan dan menghilangkan krisis pendidikan yang ada, agar semua anak Indonesia mampu mengenyam pendidikan hingga perguruan tinggi sehingga dapat memperbaikin kualitas SDM kita agar mampu bersaing dengan SDm Negara-negara maju.
Refrensi

strategi pembelajaran

TUGAS REVIEW BUKU

 
Buku             : Ulumul Qur’an (Edisi Revisi)
Pengarang   : Drs. H. Ahmad Izzan, M.Ag.
 
Penerbit        : Tafakur

A.  Makna Ulumul Qur’an
1. Makna ‘Ulum
Kata ‘ulum, secara etimologi, merupakan bentuk jamak dari kata ‘ilm. Menurut bahasa, kata ‘ilm adalah bentuk masdar yang maknanya sinonim dengan paham dan makrifat.
2.  Makna Alquran
      Menurut bahasa, kata Alquran merupakan isim mashdar yang maknanya sinonim dengan kata qira’ah (bacaan). Kata Alquran dengan arti Qira’ah ini digunakan Allah dalam ayat 17 dan 18 surat al-Qiyamah.
Sesungguhnya atas tanggungan Kamilah mengumpulkannya (di dadamu) dan (membuatmu pandai) membacanya. Apabila Kami telah selesai membacakannya, maka ikutilah bacaannya itu.
Tentang makna dan asal-usul kata Alquran, ada salah satu pendapat ulama yang menerangkan pengertian Alquran menurut bahasa.
Menurut Imam Asy-Syafi’I (w. 204 H) berpendirian bahwa lafal Alquran itu bukan isim musytaq yang diambil dari kata lainnya, melainkan isim murtajal, yaitu isim yang sejak semula diciptakan sudah berupa isim alam (nama), yakni nama dari kitab Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. dan selalu disertai oleh alif-lam atau “al”. Jadi, Alquran bukanlah isim mahmûz, dan bukan pula isim musytaq, serta tidak pernah lepas dari “al” (alif dan lam).
Selain bernama Alquran, kitab ini juga bernama al-Furqân, bentuk isim mashdar yang mengikuti wazan fu’lan dari lafal faraqa yang artinya pemisah (fa’il). Disebut demikian karena Alquran berfungsi sebagai pemisah antara yang hak-benar dan batil-rusak. Disebut sebagai “yang dipisah” (maf’ul) karena sebagian isi Alquran diturunkan secara terpisah dari sebagian lainnya, atau karena Alquran dipisahkan dalam surat-surat atau ayat-ayatnya.
Menurut istilah, Alquran mempunyai beberapa arti. Pertama, ahli Ilmu Kalam (teologi Islam) berpendapat bahwa Alquran adalah kalimat-kalimatyang maha bijaksana, yang azali, yang tersusun dari huruf-huruf lafziyah, dzihniyah, dan ruhiyah. Alquran adalah lafal yang diturunkan kepada Nabi Muhammad  SAW. mulai dari surah al-Fatihah sampai surah an-Nâs yang memiliki keistimewaan dan terlepas dari sifat-sifat kebendaan dan azali. Sebaliknya, menurut ulama ushuliyyin, fuqaha, dan ahli bahasa, Aluran adalah kalam Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad  SAW. mulai dari surah al-Fatihah sampai akhir surah an-Nâs. Diantara mereka ada yang mendefinisikan Alquran dengan asngat singkat dan padat, yakni hanya menyebutkan satu ataudua identitasnya.
“Alquran adalah kalam yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW.”
“Alquran adalah lafal yang diturunkan kepada Nabi SAW dari awal surah al-Fatihah sampai surah an-Nâs.”
“Alquran adalah kalam mu’jîz yang diturunkan kepada Nabi Munammad SAW yang tertulis dalam mushhaf yang diriwayatkan dengan mutawatir, dan membacanya adalah ibadah.”
Pendefinisian Alquran tersebut mencakup unsur-unsur i’jâz, yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW., tertulis dalam mushhaf, diriwayatkan secara mutawatir, dan membacanya adalah ibadah. Inilah keistimewaan-keistimewaan agung yang dimiliki Alquran dan membedakannya dari kitab-kitab samawiah lainnya. Sebenarnya, definisi Alquran merupakan definisi yang teramat panjang (maksimal) yang mencakup semua identitas Alquran sehingga sebetulya sudah dianggap cukup hanya dengan menyebutkan sebagian dari sifat-sifat Alquranasal sudah memenuhi syarat jami’mani’. Karena itu, sebeagian ulama ada yang membolehkan member definisi Alquran secara sederhana atau sedang, yakni bahwa “Alquran adalah kalam mu’jizat yang ditirunkan kepada Nabi Muhammad SAW. yang menjadi ibadah sebab membacanya.”

Rabu, 07 Januari 2015

tugas review film

Film “Temani Aku Bunda”, Potret Buram Sistem Pendidikan di Indonesia

 

“Bunda, saya tidak mau ada siswa bodoh dapat nilai bagus. Kalau pemimpinnya orang bodoh, nanti Indonesia bisa roboh” (Abrar)
.
Apakah Anda masih ingat kisah anak SD yang disuruh pihak sekolah memberikan contekan untuk teman-temannya sewaktu Ujian Nasional tahun 2011 lalu? Kini kisahnya telah diangkat dalam sebuah film dokumenter yang berjudul “Temani Aku Bunda”. Sebelum membahas film tersebut, mari kita simak sebuah puisi yang menggambarkan jeritan isi hati anak jujur tersebut.

Temani Aku Bunda
karya Elvira Yanti Mahyor Bunda,
aku ingin menangis di pelukanmu,
aku ingin bercerita kepadamu.
Karena saat ini aku sendiri, bunda.
Semua kawan menatapku penuh benci,
mengejekku sebagai anak yang sok jujur.
Aku tidak melakukan apa-apa.
Aku hanya melakukan apa yang seharusnya.
Aku hanya melakukan apa yang selalu dinasehatkan oleh orang tua,
yaitu JUJUR.
Bunda,
aku tidak pernah menyangka jujur butuh keberanian baja,
butuh kekuatan hati yang luar biasa,
butuh kerja keras dan air mata
Aku hampir tidak kuat, bunda.
Bunda,
kini aku sedih melihat engkau,
orang yang melahirkan aku ke dunia,
orang yang membesarkan aku dengan penuh cinta,
orang yang selalu hadir di saat aku terluka,
harus menerima ejekan dari mereka,
hanya karena aku ingin JUJUR saja,
padahal JUJUR membuatku lega, bunda.
Maafkan aku, bunda
Salahkah sikapku?
Apakah aku tidak usah jujur saja?
Agar engkau tak lagi terluka.
Aku bingung, aku gelisah, aku cemas, aku takut.
Tolong temani aku, bunda.
Tolong lindungi aku, bunda.
Aku hanya ingin jujur, karena jujur membuatku lega.