- Iman kepada kitab-kitab suci yang Allah turunkan termasuk rukun iman urutan yang ....
a. Pertama
b. Kedua
c. Ketiga
d. Keempat - Jumlah kitab suci yang wajib kita imani berjumlah ....
a. 1
b. 2
c. 3
d. 4 - Kitab suci diturunkan kepada manusia yang disampaikan melalui ....
a. Seorang Nabi
b. Sebangsa Jin
c. Sebangsa Setan
d. Para wali - Kitab suci diturunkan kepada manusia untuk dijadikan sebagai ....
a. Pedoman hidup
b. Hiburan
c. Mukjizat
d. Pelindung - Kitab suci yang pertama diturunkan kepada manusia adalah ....
a. Al-Qur’an
b. Taurat
c. Injil
d. Suhuf - Kitab Taurat diturunkan di daerah ....
a. Persia
b. Mesir
c. Saudi arabia
d. Palestina - Kota tempat diturunkannya Al-Qur’an adalah ....
a. Yerussalem dan Mekah
b. Damaskus dan Madinah
c. Bagdad dan Persia
d. Mekah dan Madinah - Pokok ajaran kitab Zabur, berisi tentang ....
a. Zikir, nasihat dan hikmah
b. Nasihat, perdagangan dan peperangan
c. Zikir, cerita nabi dan perdagangan
d. Nikmat surga dan siksa neraka - Semua kitab suci yang Allah turunkan mengajarkan ....
a. Perintah Salat
b. Syariat islam
c. Keesaaan Allah
d. Haji - Didalam kitab suci terdapat penjelasan hal-hal berikut ini, kecuali ....
a. Syariat
b. Aqidah
c. Gambar Allah
d. Siksa neraka
Jumat, 27 Maret 2020
latihan soal tentang kitab-kita allah
BAB 1 Al-Qur’ān sebagai
Pedoman Hidup
A. Pentingnya Mengimani Kitab-Kitab
Allah Swt.
Iman kepada
kitab Allah Swt. : meyakini sepenuh hati bahwa Allah Swt. telah menurunkan
kitab kepada nabi atau rasul yang berisi wahyu untuk disampaikan kepada seluruh
umat manusia.
1. Taurāt : Nabi Musa as
2. Zabūr : Nabi Daud as.,
3. Injil : Nabi Isa as.
4. al-Qur’ān: Nabi Muhammad saw.
Firman Allah
Swt.:
Artinya: “Dan
Kami telah menurunkan Kitab (al-Qur’ān) kepadamu (Muhammad) dengan membawa
kebenaran, yang membenarkan kitab-kitab yang diturunkan sebelumnya dan
menjaganya, maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang diturunkan Allah
dan janganlah engkau mengikuti keinginan mereka dengan meninggalkan kebenaran
yang telah datang kepadamu...” (Q.S. al-Māidah/5: 48)
B. Pengertian Kitab dan Ṡuḥuf
Kitab dan ṡuḥuf merupakan wahyu Allah
Swt. yang disampaikan kepada para rasul untuk disampaikan kepada manusia
sebagai petunjuk dan pedoman hidup.
|
Perbedaan
|
|
|
Ṡuḥuf
|
Kitab
|
|
1. Wahyu
Allah Swt. yang disampaikan kepada para rasul, tetapi masih berupa
“lembaran-lembaran” yang terpisah.
|
1. Wahyu
Allah Swt. yang disampaikan kepada para rasul sudah berbentuk buku/kitab.
|
|
2.
Isi suhuf sangat simpel.
|
2. Isi
kitab lebsih lengkap jika
dibandingkan
dengan isi suhuf.
|
C. Kitab-Kitab Allah Swt. dan Para
Penerimanya
1. Kitab Taurāt
Kata taurat berasal
dari bahasa Ibrani (thora: instruksi). Kitab Taurāt adalah
salah satu kitab suci yang diwahyukan Allah Swt. kepada Nabi Musa as. Untuk
menjadi petunjuk dan bimbingan baginya dan bagi Bani Israil.
Taurāt : salah satu dari tiga komponen (Thora, Nab³n,
dan Khetubin) yang terdapat dalam kitab suci agama Yahudi yang
disebut Biblia (al-Kitab), yang belakangan oleh
orang-orang Kristen disebut Old Testament (Perjanjian Lama). Isi
pokok Kitab Taurāt dikenal dengan Sepuluh Hukum (Ten
Commandements) atau Sepuluh Firman yang diterima Nabi Musa as. di
atas Bukit Tursina (Gunung Sinai). Sepuluh Hukum tersebut berisi
asas-asas keyakinan (akidah) dan asas-asas kebaktian (syar³'ah), seperti
berikut:
1. Hormati
dan cintai Allah satu saja,
2. Sebutkan
nama Allah dengan hormat,
3. Kuduskan
hari Tuhan (hari ke-7 atau hari Sabtu),
4. Hormati
ibu bapakmu,
5. Jangan
membunuh,
6. Jangan
berbuat cabul,
7. Jangan
mencuri,
8. Jangan
berdusta,
9. Jangan
ingin berbuat cabul,
10. Jangan ingin memiliki barang orang lain dengan
cara yang tidak halal.
2. Kitab Zabūr
Kata zabur (bentuk jamaknya zubūr)
berasal dari zabara-yazburu-zabr yang berarti menulis. Makna
aslinya adalah kitab yang tertulis. Zabūr dalam bahasa Arab
dikenal dengan sebutan mazmūr (jamaknya mazāmir), dan
dalam bahasa Ibrani disebut mizmar, yaitu nyanyian rohani yang
dianggap suci. Sebagian ulama menyebutnya Mazmūr, yaitu
salah satu kitab suci yang diturunkan sebelum al-Qur’ān (selain Taurāt dan Injil ).
Dalam bahasa Ibrani, istilah zabur berasal dari kata zimra,
yang berarti “lagu atau musik”, zamir (lagu) dan mizmor (mazmur),
merupakan pengembangan dari kata zamar, artinya “nyanyi, nyanyian
pujian”. Zabūr adalah kitab suci yang diturunkan Allah Swt.
kepada kaum Bani Israil melalui utusannya yang bernama Nabi Daud as.
Kitab Zabūr berisi kumpulan ayat-ayat
yang dianggap suci. Ada 150 surah dalam Kitab Zabūr yang tidak
mengandung hukum-hukum, tetapi hanya berisi nasihat-nasihat, hikmah, pujian,
dan sanjungan kepada Allah Swt. Secara garis besar, nyanyian rohani yang
disenandungkan oleh Nabi Daud as.
Dalam Kitab Zabūr terdiri atas lima
macam:
1. nyanyian
untuk memuji Tuhan (liturgi),
2. nyanyian
perorangan sebagai ucapan syukur,
3.
ratapan-ratapan jamaah,
4. ratapan
dan doa individu, dan
5. nyanyian
untuk raja.
Nyanyian
pujian dalam Kitab Zabūr (Mazmur: 146) antara lain:
1. Besarkanlah olehmu akan Tuhan hai jiwaku, pujilah
Tuhan.
2. Maka aku akan memuji Tuhan. seumur hidupku,
dan aku akan nyanyi pujian-pujian kepada Tuhanku selama aku ada.
3. Janganlah kamu percaya pada raja-raja atau
anak-anak Adam yang tiada mempunyai pertolongan.
4. Maka putuslah nyawanya dan kembalilah ia
kepada tanah asalnya dan pada hari itu hilanglah segala daya upayanya.
5. Maka berbahagialah orang yang memperoleh Ya’qub
sebagai penolongnya dan yang menaruh harap kepada Tuhan.
6. Yang menjadikan langit, bumi dan laut serta segala
isinya, dan yang menaruh setia sampai selamanya.
7. Yang membela orang yang teraniaya dan yang memberi
makan orang yang lapar. Bahwa Tuhan membuka rantai orang yang terpenjara.
3. Kitab Injil
kepada Nabi Isa as. Kitab Injil yang
asli memuat keterangan-keterangan yang benar dan nyata, yaitu perintah-perintah Allah
Swt. agar manusia meng-esa-kan dan tidak menyekutukan-Nya
dengan suatu apa pun. Ada pula penjelasan, bahwa di dalam
Kitab Injil terdapat keterangan bahwa di akhir zaman akan
lahir nabi yang terakhir dan penutup para nabi dan rasul, yaitu bernama Ahmad
atau Muhammad saw.
K. Injil sebagai petunjuk dan cahaya penerang bagi
manusia. Kitab Injil sebagaimana dijelaskan dalam al-Qur’ān,
bahwa Isa as. untuk mengajarkan tauhid kepada umatnya atau pengikutnya. Tauhid
di sini artinya meng-esa-kan Allah dan tidak menyekutukan-Nya.
Hanya saja Injil pun sudah mengalami
perubahan dan penggantian yang dilakukan oleh tangan manusia. Kitab Injil yang
sekarang memuat tulisan dan catatan perihal kehidupan atau sejarah hidupnya
Nabi Isa as. Kitab ini ditulis menurut versi penulisnya, yaitu Matius,
Markus, Lukas, dan Yahya (Yohana). Mereka adalah bukan dari
orang-orang yang dekat dengan masa hidupnya Nabi Isa as. Sejarah mencatat
sebenarnya masih ada lagi Kitab Injil versi Barnaba. Isi
dari Injil Barnaba ini sangat berbeda dengn isi Kitab Injil empat
macam yang tersebut di atas.
4. Kitab al-Qur’ān
Kepada Nabi
Muhammad saw. Melalui Malaikat Jibril. Al-Qur’ān diturunkan
tidak sekaligus, melainkan secara berangsurangsur. Waktu turun al-Qur’ān selama
kurang lebih 23 tahun atau tepatnya 22 tahun 2 bulan 22
hari. Terdiri atas 30 juz, 114 surat, 6.236 ayat, 74.437 kalimat,
dan 325.345 huruf. Wahyu pertama adalah surah al-‘Alaq ayat
1-5, diturunkan pada malam 17 Ramaḍan tahun 610 M. di Gua
Hira, ketika Nabi Muhammad saw. sedang ber-khalwat. Dengan
diterimanya wahyu pertama ini, Nabi Muhammad saw. diangkat sebagai Rasul, yaitu
manusia pilihan Allah Swt. yang diberi wahyu untuk disampaikan kepada umatnya.
Mulai saat itu, Rasulullah saw. diberi tugas oleh Allah Swt. untuk menyampaikan
risalah-Nya kepada seluruh umat manusia.
Wahyu yang terakhir turun adalah Q.S.
al-Māidah ayat 3. Ayat tersebut turun pada tanggal 9 Ḍulhijjah tahun
10 Hijriyah di Padang Arafah, ketika itu beliau sedang menunaikan haji wada’
(haji perpisahan). Beberapa hari sesudah menerima wahyu tersebut, Nabi Muhammad
saw. wafat. Al-Qur’ān yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad
saw. Menghapus sebagian syariat yang tertera dalam kitab-kitab terdahulu dan
melengkapinya dengan tuntunan yang sesuai dengan perkembangan zaman. Al
Qur’ān merupakan kitab suci terlengkap dan berlaku bagi semua umat
manusia sampai akhir zaman.
5. Nama-Nama Lain al-Qur’ān
Nama-nama
lain dari al-Qur’ān, yaitu:
a. Al-Hudā, artinya al-Qur’ān sebagai
petunjuk seluruh umat manusia.
b. Al-Furqān, artinya al-Qur’ān sebagai
pembeda antara yang baik dan buruk.
c. Asy-Syifā', artinya al-Qur’ān sebagai
penawar (obat penenang hati).
d. Aż-Żikr, artinya al-Qur’ān sebagai
peringatan adanya ancaman dan balasan.
e. Al-Kitāb, artinya al-Qur’ān adalah
firman Allah Swt. yang dibukukan.
6. Isi al-Qur’ān
Adapun isi
pokok al-Qur’ān adalah seperti berikut :
a. Aqadah atau keimanan.
b. 'Ibādah, baik 'ibādah
maḥḍah maupun gairu maḥḍah.
c. Akhlaq seorang hamba kepada Khāliq, kepada
sesama manusia dan alam sekitarnya.
d. Mu’āmalah, yaitu hubungan manusia dengan sesama
manusia.
e. Qiṡṡah, yaitu cerita nabi dan rasul,
orang-orang saleh, dan orang-orang yang ingkar.
f. Semangat mengembangkan ilmu
pengetahuan.
7. Keistimewaan al-Qur’ān
Kita sebagai
umat Islam wajib mengimani dan mempercayai isi al-Qur’ān karena al-Qur’ān merupakan
pedoman hidup umat manusia, terlebih lagi pedoman hidup umat Islam.
Apabila kita tidak mengimani dan mengamalkannya, kita termasuk
orang-orang yang ingkar (kafir).
Cara
mengamalkan isi al-Qur’ān adalah dengan mempelajari cara
belajar membaca (mengaji) baik melalui iqra’, qiraati,
atau yang lainnya. Kemudian, mempelajari artinya, menganalisis isinya, dan
langsung mengamalkannya.
Adapun keistimewaan kitab
suci al-Qur’ān adalah sebagai berikut.
a. Sebagai petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang
beriman dan bertakwa
b. Sebagai informasi kepada setiap umat bahwa nabi dan
rasul terdahulu mempunyai syariat (aturan) dan caranya masing-masing dalam
menyembah Allah Swt.
c. Al-Qur’ān sebagai kitab suci
terakhir dan terjamin keasliannya.
d. Al-Qur’ān tidak dapat tertandingi
oleh ide-ide manusia yang ingin menyimpangkannya.
e. Membaca dan mempelajari isi al-Qur’ān merupakan
ibadah.
Menerapkan Perilaku Mulia
1. Meyakini bahwa kitab-kitab suci sebelum al-Qur’ān datang
dari Allah Swt., tetapi akhirnya tidak murni lagi sebab dicampuradukkan dengan
ide-ide manusia di zamannya.
2. Al-Qur’ān sudah dijaga
kemurniannya oleh Allah Swt. sampai sekarang. Umat Islam juga sebagai
penjaganya. Menjaga kemurnian al-Qur’ān adalah tugas kita
sebagai muslim. Salah satu cara menjaga al-Qur’ān adalah
dengan berusaha menghormati, memuliakan, dan menjunjung tinggi kitab suci al- Qur’ān.
3. Menjadikan al-Qur’ān sebagai
petunjuk dan pedoman hidup, dan tidak sekalikali berpedoman kepada selain al-Qur’ān.
4. Berusaha untuk membaca al-Qur’ān dalam
segala kesempatan di kala suka maupun duka, kemudian belajar memahami arti dan
isinya.
5. Berusaha untuk mengamalkan isi al-Qur’ān di
dalam kehidupan sehari-hari, baik di waktu sempit maupun di waktu lapang.
Sabtu, 10 Januari 2015
tugas karangan tentang pendidikan
"kurangnya perhatian"
Jika kita lihat saat ini, kondisi pendidikan Indonesia masih saja
memprihatinkan, terutama mengenai fasilitas pendidikan di daerah-daerah,
baik sarana maupun prasarana pendidikan. Masih saja terdengar kabar ada
bangunan sekolah yang tidak layak untuk digunakan.
Sebagai contoh, seperti yang BERANI beritakan pada Jumat (30/4). Diberitakan bahwa masih ada sekitar 2.000 ruang kelas di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, dalam kondisi memprihatinkan. Bahkan kondisi ruang kelas tersebut tidak layak pakai untuk proses belajar-mengajar. Tak hanya itu saja, ada pula daerah-daerah yang kekurangan tenaga guru untuk mengajar.
"kurangnya perhatian"
Pendidikan
merupakan tiang pancang kebudayaan dan pondasi utama untuk membangun
peradaban bangsa. Kesadaran akan arti penting pendidikan akan menentukan
kualitas kesejahteraan lahir batin dan masa depan warganya. Oleh karena
itu substansi pendidikan, materi pengajaran dan metodologi
pembelajaran, serta manajemen pendidikan yang akuntabel susah seharusnya
menjadi perhatian bagi para penyelenggara Negara.
Terbukti bahwa seluruh bangsa yang berhasil mencapai tingkat kemajuan
kebudayaan dan teknologi tinggi mesti disangga oleh kualitas pendidikan
yang sangat kokoh.
Namun
eksistensi pendidikan yang ada di Indonesia pada saat ini masih menjadi
permasalahan karena masih banyak anak bangsa yang belum mendapatkan
pendidikan yang sebagaimana mestinya dan ada juga yang sama sekalipun
belum pernah mencicipi bangku sekolah sama sekali contoh kecilnya saja
anak yang terlantar hal ini sangat memperihatinkan. Sebenarnya mereka
juga mempunyai hak yang sama seperti anak-anak yang sudah mendapat
pendidikan yang layak seperti contoh anak orang kaya. Arah bangsa
nantinya ada pada tangan mereka karena merekalah nantinya yang akan
menjadi penerus perjuangan bangsa.
Pendidikan
merupakan hak setiap warga negara, namun masih ada beberapa dari
mereka yang belum mendapatkan hak tersebut. Hingga saat ini, peluang
terbesar untuk memperoleh akses pendidikan yang baik hanya anak orang
kaya dan pintar. Dengan bermodalkan kemampuan ekonomi yang lebih dari
cukup, didukung dengan kemampuan berpikir tinggi, menjadi faktor
pendukung untuk memperoleh akses pendidikan yang lebih baik. Mereka
berpeluang besar memasuki sekolah-sekolah elit, berkualitas, berstandar
nasional, bahkan internasional. Hal ini menciptakan lingkungan
belajar-mengajar yang kondusif, karena ditunjang dengan kualitas anak
didik yang punya daya pikir tinggi. Selain itu, tersedianya sarana
prasarana yang lengkap membantu untuk mewujudkan pendidikan yang mapan.
Pada saatsekarang pendidikan yang ada di Indonesia berbentuk sistem
pasar yaitu bagi mereka yang memiliki uang banyak maka mereka akan
mendapatkan pendidikan yang layak.sebenarnya hal tersebut tidak boleh
terjadi.
Sebagai contoh, seperti yang BERANI beritakan pada Jumat (30/4). Diberitakan bahwa masih ada sekitar 2.000 ruang kelas di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, dalam kondisi memprihatinkan. Bahkan kondisi ruang kelas tersebut tidak layak pakai untuk proses belajar-mengajar. Tak hanya itu saja, ada pula daerah-daerah yang kekurangan tenaga guru untuk mengajar.
TUGAS ESSAY
“ Krisiss pendidikan di Indonesia “
Krisis
adalah kata yang tidak asing lagi untuk kita, khususnya di zaman
sekarang ini. Bahkan banyak orang menyebut zaman ini adalah zaman
krisis. Krisis ekonomi yang melanda Indonesia sejak tahun 1998,
ditambah dengan krisis ekonomi global yang baru-baru ini terjadi,
sangat berdampak pada semua bidang kehidupan termasuk bidang pendidikan.
Berbicara
tentang pendidikan di Indonesia, tidak akan lepas dari pemikiran
tentang krisis pendidikan yang di sebabkan oleh krisis ekonomi global
yang terjadi. Biaya pendidikan yang semakin melambung tinggi membuat
banyak sekali anak-anak yang mengalami putus sekolah dan bekerja untuk
membantu orangtua. Hal ini adalah masalah besar yang di hadapi
Indonesia, karena dengan adanya krisis pendidikan yang semakin
merajalela ini akan membuat indonsia semakin di remehkan oleh Negara
lain.
Dengan
banyaknya anak yang tidak besekolah atau menuntut ilmu akan memebuat
SDM di Indonesia semakin tertinggal jaul kualitasnya dengan
Negara-negara maju seperti amerika dan eropa.
Pemerintah
Indonesia sudah berusaha untuk meningkatkan mutu pendidikan dengan
berbagai kebijakan yang di buat, tapi hal tersebut belum juga mampu
menaikan mutu pendidikan di Indonesia. Meskipun belum mampu meningkat
secara significant tapi sedikit demi sedikit mutu pendidikan akan
meningkat jika pemerintah menjalankan kebijakan dengan sebenar-benarnya
tanpa ada penyimpangan. Tapi faktanya pemerintah masih belum mampu
menjalankan kebijakannya dengan sempurna.
Hal
tersebut semakin menurunkan tingkat anak-anak yang mampu bersekolah ke
tingkat yang lebih tinggi lagi. Kompas, rabu 11 maret mencatat sekitar
1,2 juta siswa di Jawa Barat putus sekolah karena amsalah biaya dan
terbatasnya sarana pendidikan. Sementara di NTT tercatat ada sekitar 40.000 siswa tidak melanjutkan sekolah karena masalah biaya. Berdasarkan data statistik Depdiknas
tahun 2006-2007 selisih antara jumlah siswa lulusan SMA/SMK Negeri dan
swasta dan mahasiswa baru di PT negri dan swasta sekitar 56,9% . Dengan
kata lain hanya 43,1% saja lulusn SMA dan SMK yang melanjutkan ke PT.
Dari
penjelasan artikel diatas dapat dilihat betapa rendahnya mutu
pendidikan di Indonesia, dengan segala kekurangan yang ada seperti biaya
yang mahal, sarana dan prasana yang sangat minim dan kurangnya
sosialisasi di daerah pedalaman sehingga anak-anak yang di pengalaman
tidak mengerti betapa pentingnya pendidikan.
Tanggung
jawab untuk mencari solusi krirsis pendidikan ini bukan hanya ada di
pemerintah, kita sebagai anak bangsa juga harus mampu memberikan
kontribusi untuk anak-anak Indonesia. Karena anak-anak adalah aset bagi
sebuah Negara.
Pemerintah
dan anak bangsa harus bekerja sama mencari solusi dan menyesaikan
masalah krisis pendidikan yang masih terjadi sampat saat ini,
dengan berbagai upaya, dengan membuat beberpa kebijakan dan menjalankan
dengan sebaik-baiknya. Anak bangsa juga harus membantu pemerintah untuk
menjalankan berbagai kebijakan yang di keluarkan pemerintah dan tentu
saja mengawasi berjalanya kebijakan tersebut.
Salah
satu upaya pemerintah adalah menaikan subsidi pendidikan, dengan
dinaikannya subsisdi pemerintah berharap semua anak Indonesia dapat
bersekolah tanpa memikirkan biaya yang mahal lagi. Tapi pada
kenyataannya subsisdi tersebut tidak merata pembagiannya, alhasil masih
banyak anak-anak di daerah pedalaman yang belum mampu bersekolah.
Disinilah tugas anak bangsa untuk membantu persebaran mengawasi subsidi
biaya pendidikan ke seluruh daerah yang ada di Indonesia.
Guru
juga merupakan faktor penting dalam meningkatkan mutu pendidikan di
Indonesia, meskipun subsidi pendidikan di tambah tetapi kinerja guru
melemah itu tidak akan mengangkat mutu pendidikan kita. Pemerintah harus
mampu mencetak guru-guru yang berkompeten dan member sanksi tegas pada
gururu-guru yang tidak berkompeten. Maka dari itu kinerja guru harus di
tingkatkan.
Harapan
saya adalah agar Indonesia menjadi Negara yang lebih maju dengan
meningkatkan mutu pendidikan dan menghilangkan krisis pendidikan yang
ada, agar semua anak Indonesia mampu mengenyam pendidikan hingga
perguruan tinggi sehingga dapat memperbaikin kualitas SDM kita agar
mampu bersaing dengan SDm Negara-negara maju.
Refrensi
TUGAS REVIEW BUKU
Buku : Ulumul Qur’an (Edisi Revisi)
Pengarang : Drs. H. Ahmad Izzan, M.Ag.
Penerbit : Tafakur
A. Makna Ulumul Qur’an
1. Makna ‘Ulum
Kata ‘ulum, secara etimologi, merupakan bentuk jamak dari
kata ‘ilm. Menurut bahasa, kata ‘ilm adalah bentuk masdar yang
maknanya sinonim dengan paham dan makrifat.
2.
Makna Alquran
Menurut bahasa, kata Alquran merupakan isim mashdar
yang maknanya sinonim dengan kata qira’ah (bacaan). Kata Alquran dengan
arti Qira’ah ini digunakan Allah dalam ayat 17 dan 18 surat al-Qiyamah.
“Sesungguhnya
atas tanggungan Kamilah mengumpulkannya (di dadamu) dan (membuatmu pandai)
membacanya. Apabila Kami telah selesai membacakannya, maka ikutilah bacaannya
itu.”
Tentang
makna dan asal-usul kata Alquran, ada salah satu pendapat ulama yang
menerangkan pengertian Alquran menurut bahasa.
Menurut Imam Asy-Syafi’I (w. 204 H) berpendirian bahwa lafal Alquran
itu bukan isim musytaq yang diambil dari kata lainnya, melainkan isim
murtajal, yaitu isim yang sejak semula diciptakan sudah berupa isim alam
(nama), yakni nama dari kitab Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW.
dan selalu disertai oleh alif-lam atau “al”. Jadi, Alquran bukanlah isim
mahmûz, dan bukan pula isim musytaq, serta tidak pernah lepas dari
“al” (alif dan lam).
Selain bernama Alquran, kitab ini juga bernama al-Furqân,
bentuk isim mashdar yang mengikuti wazan fu’lan dari lafal faraqa
yang artinya pemisah (fa’il). Disebut demikian karena Alquran
berfungsi sebagai pemisah antara yang hak-benar dan batil-rusak. Disebut
sebagai “yang dipisah” (maf’ul) karena sebagian isi Alquran diturunkan
secara terpisah dari sebagian lainnya, atau karena Alquran dipisahkan dalam
surat-surat atau ayat-ayatnya.
Menurut istilah, Alquran mempunyai beberapa arti. Pertama,
ahli Ilmu Kalam (teologi Islam) berpendapat bahwa Alquran adalah
kalimat-kalimatyang maha bijaksana, yang azali, yang tersusun dari huruf-huruf lafziyah,
dzihniyah, dan ruhiyah. Alquran adalah lafal yang diturunkan kepada
Nabi Muhammad SAW. mulai dari surah
al-Fatihah sampai surah an-Nâs yang memiliki keistimewaan dan terlepas
dari sifat-sifat kebendaan dan azali. Sebaliknya, menurut ulama ushuliyyin,
fuqaha, dan ahli bahasa, Aluran adalah kalam Allah yang diturunkan kepada
Nabi Muhammad SAW. mulai dari surah
al-Fatihah sampai akhir surah an-Nâs. Diantara mereka ada yang
mendefinisikan Alquran dengan asngat singkat dan padat, yakni hanya menyebutkan
satu ataudua identitasnya.
“Alquran adalah kalam yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW.”
“Alquran adalah lafal yang diturunkan kepada Nabi SAW dari awal surah al-Fatihah sampai surah an-Nâs.”
“Alquran adalah kalam mu’jîz yang diturunkan kepada Nabi Munammad
SAW yang tertulis dalam mushhaf yang diriwayatkan dengan mutawatir, dan
membacanya adalah ibadah.”
Pendefinisian Alquran tersebut mencakup unsur-unsur i’jâz, yang
diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW., tertulis dalam mushhaf, diriwayatkan
secara mutawatir, dan membacanya adalah ibadah. Inilah
keistimewaan-keistimewaan agung yang dimiliki Alquran dan membedakannya dari
kitab-kitab samawiah lainnya. Sebenarnya, definisi Alquran merupakan
definisi yang teramat panjang (maksimal) yang mencakup semua identitas Alquran
sehingga sebetulya sudah dianggap cukup hanya dengan menyebutkan sebagian dari
sifat-sifat Alquranasal sudah memenuhi syarat jami’mani’. Karena itu,
sebeagian ulama ada yang membolehkan member definisi Alquran secara sederhana atau
sedang, yakni bahwa “Alquran adalah kalam mu’jizat yang ditirunkan kepada
Nabi Muhammad SAW. yang menjadi ibadah sebab membacanya.”
Rabu, 07 Januari 2015
tugas review film
Film “Temani Aku Bunda”, Potret Buram Sistem Pendidikan di Indonesia
“Bunda, saya tidak mau ada siswa bodoh dapat nilai bagus. Kalau pemimpinnya orang bodoh, nanti Indonesia bisa roboh” (Abrar)
.
Apakah Anda masih ingat kisah anak SD yang disuruh pihak sekolah memberikan contekan untuk teman-temannya sewaktu Ujian Nasional tahun 2011 lalu? Kini kisahnya telah diangkat dalam sebuah film dokumenter yang berjudul “Temani Aku Bunda”. Sebelum membahas film tersebut, mari kita simak sebuah puisi yang menggambarkan jeritan isi hati anak jujur tersebut.
Temani Aku Bunda
karya Elvira Yanti Mahyor Bunda,
aku ingin menangis di pelukanmu,
aku ingin bercerita kepadamu.
Karena saat ini aku sendiri, bunda.
Semua kawan menatapku penuh benci,
mengejekku sebagai anak yang sok jujur.
Aku tidak melakukan apa-apa.
Aku hanya melakukan apa yang seharusnya.
Aku hanya melakukan apa yang selalu dinasehatkan oleh orang tua,
yaitu JUJUR.
Bunda,
aku tidak pernah menyangka jujur butuh keberanian baja,
butuh kekuatan hati yang luar biasa,
butuh kerja keras dan air mata
Aku hampir tidak kuat, bunda.
Bunda,
kini aku sedih melihat engkau,
orang yang melahirkan aku ke dunia,
orang yang membesarkan aku dengan penuh cinta,
orang yang selalu hadir di saat aku terluka,
harus menerima ejekan dari mereka,
hanya karena aku ingin JUJUR saja,
padahal JUJUR membuatku lega, bunda.
Maafkan aku, bunda
Salahkah sikapku?
Apakah aku tidak usah jujur saja?
Agar engkau tak lagi terluka.
Aku bingung, aku gelisah, aku cemas, aku takut.
Tolong temani aku, bunda.
Tolong lindungi aku, bunda.
Aku hanya ingin jujur, karena jujur membuatku lega.
Langganan:
Postingan (Atom)
